Selasa, 12 Januari 2016

2015 with a great big challenges.

Hello guys. Ini Alin. Alin yang baru. Yang katanya matre, yang katanya cabe, yang katanya suka cari masalah dimanamana. Well 2015, you do make me sick. Bicara soal tahun ini, gue gapernah menyalahkan dia. Dia cuma pemberi tanda, tanda bahwa waktu masih berjalan. Life still goes on with different expectation.

Apa sih yang gue lakuin selama ini? Bisa dibilang, bocah 17 tahun yang masih naif ini belajar apa itu hidup di tahun 2015 ini. Kenapa dengan congkaknya gue bisa berkata gue belajar hidup? Ya. Gue merasa dengan banyaknya masalah yang ada inilah yang bikin gue setahun ini menjadi lebih dewasa (semoga), dan juga.....berubah. Diawali dari ujian Tuhan yang ga mengizinkan gue berjuang di negeri kincir angin nan jauh disana. Perkara ekonomi. Dan untuk itu gue berterimakasih gue dikasih UI, akhirnya gue kebayang betapa mungkin gue kangen sejadijadi sama semua fellow sekitar gue kalo gue jadi di Belanda. Siapa yang tau penyesalan yang bikin lo sampe cabutcabutan saking merasa semua usaha lo sia-sia sekarang udah jadi pukulan dan pelajaran bahwa kalo jauh juga belum tentu nyaman. Abis itu disini gue diuji dengan beberapa orang didalem komunitas yang gue hargai. Semuanya berawal dari cowok. Pada dasarnya gue gatau kenapa orang menganggap gue gampangan. Akrab bukan berarti gue ga menghargai hubungan masingmasing yang mereka udah punya. Sayangnya orangorang itu baper dan malah berujung gue yang dibenci sana sini. Entahlah mereka ngomong apa, yang pasti kalo gue pede cerita ini itu, pap foto makanan lah, kirim video meme atau misalkan kejadian di rumah gue yang lucu, ngajak kesini kesitu, bukan berarti gue mau phpin atau apapun. Just so you know if i'm easily shared something it means i feel nothing to them. I just put a faith on them. Unfortunately, they don't understand. Semenjak itu gue hanya menghadapi harihari gue dengan seadanya aja. Bahkan yg nganggep gue baik entah kenapa jadi fitnah gue matre, padahal gue bukan tipikal pemaksa yang minta ini itu. Buktinya gue diajak kemanamana dan gue datang, bukan gue yang ajak. Dan orang kayak begitu bisa bilang gue mintaminta. Kalo gitu kenapa ga ajak gue aja ke warnet kalo jalan, biarlah gue keliatan mampu dan tetep dihargain. Dibanding diajak ke tempat elit, lo yang bayarin. Lo yang musuhin gue, ujungnya gue yang dibilang matre. Orang orang itu diajak diselesein masalahnya secara langsung dan ketemuan (plus gue udah minta maaf padahal gue tau itungannya ga gue yang salah semuanya), pun gamau. Such a crazy life yet make me learn much. Society these day? Itu yang mesti lo pahamin, maklumin. Mau lo dijelekin ditambahtambahin kayak apa juga lo udah harus belajar menerima. Yang penting lo dan Tuhan tau lo ngapain:). Gue disini bukan pencitraan. Ini penting buat pembaca yang ngebaca ini. Buat sadar betapa lo bakal makin dewasa dan makin kuat dengan apa yang lo dapetin sekarang. Life must go on guys even if you don't want to. Untuk masalah ini, gue cuma bisa doain aja semoga mereka tau lah yang sebenernya yang terbaik gimana. Gausah muluk-muluk lah, gaperlu deket lagi. Setidaknya ga saling benci. Dan menurut gue Tuhan itu adil. Dia bikin gue kehilangan banyak orang, tapi dia juga mendatangkan banyak orang baru di hidup gue. Yang ternyata perspektifnya pas ngeliat gue dalam keadaan berubah ini pun masih ngehargain  gue. Gue belajar banyak dari orang yang inisialnya M, kenal manusia jangan diinget buruknya, inget baiknya karena mereka hidup selama ini bareng lo bukan buruknya yang dikasih tp baiknya. Well, gue mengikhlaskan kekesalan gue detik si M bicara gitu. Gue langsung inget baiknya apa, dan gue ngenang mereka jadi 'teman yang pernah bikin hidup gue cerah dan berwarna'. In case you were curious whether i hate you or not. Gue bicara buat kalian guys. Ya kalian, mantan orang yang pernah gue kasih link blog ini. Orang yang gue percaya. Lifetime friends. Yang gue harap pas baca ini bakalan senyum sama apa yang gue sampein. I love you guys. But you know what? Maybe we just don't fit each other perfectly. Karena kalian berubah, gue juga sama. Kita jalan masing-masing ya.

Di paragraf ini gue akan bicara soal kuliah. Yang katanya bebas dan asik, lulus ga lulus tenang aja masih ada tahun depan. It was bad afterall. Perhaps i just did that, and i got my own problem. Hal sekecil apapun gabisa gue anggep remeh, walaupun gue rasa gaboleh terlalu rempong juga. Maksudnya apa tuh gue ngomong gitu? Dear, gue baru aja yang namanya skip kuliah. Absen, ga kerjain tugas dan kefokus sm main. Hal ini ngerusak nilai gue, kepercayaan ortu gue, dan nimbulin rasa bersalah dan beban gue makin berat. Kenapa sih gue serela itu mengorbankan kuliah gue? Mana Alin yang di warnet aja bisa belajar, yang bisa raih ranking dan undangan, yang UNnya bisa ga pake kunci padahal UN di tahun ini absolutely fail dengan bocornya soal dimanamana. Jawabannya mental gue. Gue bahkan gapaham kenapa niat gue bisa 0 buat berangkat kuliah, bangun pagi pun susah (itu mah dari smp sih). Gue sempet ngerasa gaada pointnya gue ngejer semester 1, soalnya dari awal pun gue udah ngerusak absen gue sendiri karena waktu itu gue tinggal di tamel dan kebanyakan main sama yang lain. Pada akhirnya gue gabelajar sama sekali, kebanyakan main, dan tugas juga ga gue kejer.Btw apa hubungannya sama mental? Ya ini, gue sangat amat ngerasa dijauhin sama temen gue sendiri. Itu sebabnya gue langsung males dan udah gaperduli lagi sama kuliah. Yang jauhin gue temen 13 tahun gue. Jadi buat apa gue ketemu dia lagi:) But God, it wasn't the right choice. Gimanapun juga gue tau gabisa gitu caranya. Runaway is not the best option. Beruntung akhirnya pas IP keluar deket ke 3. Gue langsung nyesel karena itu nanggung dan gue bakal buktiin kedepannya gue bisa lebih baik lagi dari yang sekarang. Dan gue gaperlu juga jauhin orang-orang. Be as ordinary as it was back then. Kalo emang gue orang yang bener, ya dia pasti balik lagi sama gue.

Selain itu di 2015 ini, gue dapet teman baru. Komunitas baru. Lebih luas, lebih banyak. Dan gue berdoa gaada kejadian yang keulang kayak sebelumnya. Gue dapet komunitas yang udah  dilukupin dan masuk polres bareng gue, celakanya bareng, sial bareng. Banyak. Gue akan pertahanin apa yang udah gue dapet sekarang. Gaakan egois, gaakan sotoy. Gaakan bodoh untuk ambil keputusan. I hope so. Dari 2015 ini gue dapet satu quote. Check it out.



Kamis, 15 Januari 2015

Aquarius!


  • #Aquarians can carry themselves up and forward from most problems but when you see them down and out, they've really just had ENOUGH.
  • There's nothing better than a stimulating conversation with another open minded person. I love #FreeThinkers. #Aquarius
  • #Aquarians are much more deep than you think. When you think you've seen it all, they've really only showed you half of half.
  • #Aquarians are not afraid to say the most cruelest truth when you need to hear it.
  • Most #Aquarians do not hate and will never try to hurt someone's feelings out of nowhere, they must have been provoked first.
  • #Aquarians don't need anyone who doesn't need them. Simple as that.
  • Trust is a big thing for #Aquarians, considering you'd be lucky if they ever give you a second chance.
  • #Aquarians life is about trusting feelings, taking chances, finding happiness, appreciating others, and learning from the past.
  • People often think #Aquarius lose touch with many. What they fail to see is that we realize who is important and who isn't before you will.
  • You want to know when an #Aquarius is mad? Just wait for the silence in our voice. We won't waste our breath on you.
  • #Aquarians your biggest irritant is that you see yourself coming off as cold or detached, and can't do much about it.
  • #Aquarians know just the way to keep their emotions hidden. You could never know what's going through their mind, even with body language.
  • #Aquarians have a rough vocabulary and know just the way to make words hurt.
  • #Aquarians are honest, but they are very private. If you don't ask, they won't tell!
  • #Aquarians anger is crazy. Just don't push their wrong button and you'll be fine.
  • #Aquarians don't hold grudges. They just always remember why they don't respect you.
  • Yes, #Aquarians get angry and frustrated sometimes but getting them to talk about it is the wrong idea. They need alone time to rejuvenate.
  • #Aquarius is friendly, but keep their wall up until they actually know you.

Minggu, 07 Desember 2014

Selasa, 10 Juni 2014

Trouble is a friend.

Halo. Udah lama banget ya.. Makin kesini, sifat gua makin ga karuan loh. Sensi banget. Itu karena dipicu berbagai masalah. Padahal dulu kelas X dan pas smp gua ga gitu. Semua sensi dan pola pikir gua yang pengen cabut sekolah diawali dari kelas XI. 

Sekarang buat readers, coba renungin. Apa itu stalker? Buat gua , stalker itu adalah orang yang kepo sama keadaan atau punya obsesi terhadap sesuatu dan dia niat cari tau 'sesuatu' itu. Itu definisi umum menurut gua. Semua orang bisa dibilang juga stalker kok. Termasuk gua sendiri, gua sering loh liatliat timeline orang. Hal-hal kayak gini kita sebut stalker dalam hal wajar. Gimana kalo dalam hal yang ga wajar? Istilahnya keponya keterlaluan, obsesi berlebihan, dan sebagainya. Yang kayak gitu banyak loh. Dan gua salah satu korbannya. 

Bukannya gua pede banget apa gimana. Tapi ini kejadian udah 5 tahun dan masalah ini gapernah selesai. Faktanya udah nyata banget. Dan semua temen-temen selalu ngeliat gua dengan tatapan "Lin, what a pity. Semoga gua ga kayak lo". Akar masalah ini terjadi di 255 pas gua kelas 7. Dan sampe umur gua 16 tahun ini, akar ini gabisa dicabut. Ada orang lah, intinya dia terlihat 'beda' dan di umur 13 tahunnya dia udah berkumis juga semua tubuhnya berbulu lebat. Bukan ngeledek, gua deskripsiin ini serius. Dia suka sama gua. Ya secara, orang juga udah tau dari dulu kalo sifat gua ga peka. Sangat ga peka. Dan ini awal masalah seriusnya. Dia nembak gua, ya terang aja gua tolak. Padahal tadinya temen biasa. Temen bercandaan lah. Dia pede banget, menyalah artikan kebaikan gua dengan perasaan suka. Gua pusing ngeliat yang kayak gitu. Ternyata rencana dia nembak itu, udah dibantu sama temen-temen sekelas gua tanpa gua ketahui. Gua ditinggal berdua dikelas. Gabanget. Terang aja gua gajawab, baru juga kelas 7. Masuk smp juga baru. Masa iya baru kenal suka. Kalo boleh jujur, i never have a crush before.

Intinya, untuk ga bikin awkward situasi, gua anggep kata-kata itu gapernah ada. Jamnya pulang sekolah pun, gua langsung cabut biar gaada rumor macem-macem. First bloodnya tuh di besok harinya, gatau gimana, dia  dan temennya yang ngebantu dia ngumumin kalo gua nerima dia sebagai pacarnya. Pertama kali dalam hidup, gua benerbener pengen face to face berantem saking emosinya. Demi Allah, semua orang bilang "Lin lo ga nerima ya? Kasian banget". Sekelas ngomong gitu. Gua jadi tertekan ga keruan. Gua bilang gua gamau. Udah itu aja intinya. Setiap rumor kesebar kalo gua pacar dia, gua cuma diem aja. Ga marah, ga seneng. Gua gamau nanggepin hal-hal kacangan kayak gitu. Hasilnya 180 derajat fail. Gua dianggep udah nerima dia. Berbulan - bulan gua mikir buat ga masuk sekolah. Beruntung, ada juga anak-anak cowok dan sahabat cewek yang gapeduli sama rumor itu. Yaitu dimaz, maulana,dkk. Kalo yang cewek sih nadya, kania, sherlyana, ratih, dan evita. :)

Akhirnya setelah 3 bulan rumor itu udah ga terlalu rame. Gua ngomong langsung ke orangnya kalo gua gapernah nerima dia. Dari awal. Gua menegaskan apa yang sebelumnya gua katakan. Dia nge-iyain. Bagi gua, ini udah selesai. Gaada lagi yang nyusahin. Seminggu setelah gua ngomong, gua makin ngerasa ada yang janggal. Dimana gua ada, disitu ada dia. Ini ga lucu, gua sekelas tp kebetulannya konyol. Tiap hari kalo jam pulang, pas gua dijemputnya telat dia nungguin gajelas. Bolak balik gitu. Yang sadar sama hal ini mulai banyak. Dan akhirnya pertama kali gua nangis. Karena gua enek liat dia kayak gitu. 

Kelas 8, kelas gadiacak. What a joyful moment. Tp gua sekelas lagi sama cowok itu. Gua agak gaseneng. Disini klimaksnya. Gua udah bilang ke dia kalo ada yang mau disampein ngomong aja. Tp dia diem setiap gua ngomong gitu. Kayak gapunya mulut. Besoknya, gua pulang gua diikutin. Itu serem. Padahal rumah dia arahnya opposite dan jauh banget. Gua mulai keder, karena dia aneh. Satu kelas udah mulai sadar sepenuhnya dan bantuin gua. Bahkan ada cowok namanya Wian, yang baik banget mau nolong gua. Dia pura-pura jadi pacar gua. Intinya dia tuh mancing cowok stalker itu buat buktiin dia ngikutin apa engga. Dan dengan banyak trap yang wian lakuin, terbukti dia stalker. Gua sama wian ke musholla buat sholat, dibarengin sama kania dll. Wian wudhu duluan. Si cowok itu ikutan wudhu. Oh ya cowok itu gua sebut tenyom aja ya. Nah, Wian ga langsung sholat. Wian cabut duluan buat ngumpet, dan ngobrol sama gua di depan mushola. Mungkin si tenyom tibatiba ngira Wian sama gua cabut karena merasa diikutin. Akhirnya dia kayak buruburu cabut juga. Dia ga sholat. Benerbener kedok musholla yang konyol. Waktu dia cepetcepet keluar musholla, disitulah gua sama Wian ngobrol. Dia langsung ngerem jalannya. Yaudah purapura aja Wian ngenain tangan gua, "Eh sorry lin. Aku ga sengaja. Aku wudhu lagi ya. Mau sholat nih". Trap itu berhasil. Saking saltingnya, si tenyom ikutan wudhu lagi. Kurang bego apa. Berhubung trap berhasil, gua sholat dengan penuh pride. 

Pulangnya, dia ngikutin mau naik angkot yang sama. Itu benerbener epic. Gua pengen nonjok dia. Dia udah keterlaluan. Bahkan, kalo gaada wian, rumah gua disamper. CUMA BUAT BALIKIN PENSIL. Waras? Buat gua engga. Gua aja gapernah minjemin pensil. Dan catetan yang sangat penting, dinding luar rumah gua ada tulisan nama dia. Buat apa dia nulis namanya. Gua ngamuk dan minta rumah di cat ulang luarnya. Tapi finansial ga kesampean. Sial. Kelas 9, Kelas 10 gua udah kebal. Kesabaran gua yang cepet abis sekarang bisa ditahan. Yah, agak ganyangka dia masuk 81 juga. Jelas-jelas si tenyom bilang mau masuk 71 dulu pas guru BK nanya smanya mau dimana. Gua jawab 81. Kenapa dia berakhir di 81. Padahal nem dia tinggi. Masuk 71 sih udah aman. Gabakal ketendang. Gua langsung bete. MOS satu kelas, waktu itu pengambilan bahasa pun perfect banget ngikutinnya. Gua jepang - prancis, dia juga sama. Akhirnya kelas diacak. Satu tahun gua ga sekelas, leganya setengah mati. Tp ternyata itu belom selesai, tiap jam istirahat. Gua ke kamar mandi ada dia. Gua ke kantin dia ada. Dia ngeliatin dari arah yang ga orang sangka. Gua ke perpus, dia keluar dari perpus, dia balik lagi masuk ke perpus. Bolak balik depan gua, tp minjem/baca buku pun engga. Jadi ngapain dia disana? Keki abis. 

Kelas XI sih gua mulai ngerasa. Dosa gua apa sampe gua dikasih cobaan,kelas diacak dan gua sekelas lagi sama si tenyom. Di kelas XI ini lah intinya gua ngerasa psikologis gua dibully abis2an, dia terus ngikutin kemanapun gua berada. Pas gua ekskul basket pulangnya maghrib. Dia ga ekskul basket tp dia di parkiran ngeliatin gua dr jauh. Itu ga normal, dan thanks to that, gua trauma. Setiap hari kejadiannya gini terus. Akhirnya gua kabur ke 3cs. Kalo bisa sesering mungkin. Maulana juga ngerti situasi. Gua tau kok dia peduli, tp dia gabisa selamanya ada disebelah gua kan. Makanya gua cabut terus. Kebetulan dia udah kesel juga sama si tenyom, tp ya mau diapain. Diajak ngomong malah makin menjadi-jadi. Padahal nyampein baikbaik. Dikasih tau baik-baik gangerti, digalakin gangerti, mungkin dikasarin juga engga. Anyway, kalo gua terganggu terus seperti ini mungkin gua akan cerita ke yang bisa ngerti aja. Dan keep playing ofcourse :p daripada pusing.  Like i said, trouble is a friend right now. 

Selasa, 04 Februari 2014

Dear Blog,

Again. Gua bener - bener icon bad luck atau apa.. Hp yang dimaz pinjemin ilang sama gua. Untuk kedua kalinya. Yang ini nyesek banget. Gaboong. Masalahnya feeling ilang tuh gaada sama sekali. Again, i should've said sorry. Gaada dirumah. Sekali lagi, iphone bukan case yang kecil. Itu bisa jadi masalah besar. Niatnya sih udah sepakat sama dimaz, kalo emang hpnya buat gua, gua ganti seharga iphonenya. Naaaah. Kalo iphone yang dipinjem diilangin? Gantiin + beli hp sendiri. Disini gua belajar dan belajar lagi untuk lebih care sama barang - barang. Emang ga mudah banget survive tanpa hp. Gua udah ditawarin pake hp umi sementara, cuma gua gamau. Mau rasain aja dalam waktu yang lama gapunya hp. Pasti kebiasa ya:) Bisa kok.

Hmm.. Ketika lo dibenci, lo pasti bingung ya mau ngapain. Mau bales atau engga. Buat gua itu pukulan, kalo jadi orang harus tau diri. Itu sedikit membantu gua buat ngereflek seperti apa sifat gua. Gua juga merasa bersalah banyaaaaaaaaaaak banget sama dimaz. Ling juga. Kemaren gua agak kasar kelakuannya. Kata - katanya juga. Mesti belajar kendaliin emosi. To be truth sih garagara temennya gua marah. Tapi ga sepantasnya. Astaga -___- 

Apalagi ya. Gua nonton we got married. Couplenya SeoHyun SNSD sama Jung Yong Hwa CNBLUE. Dalem hidup gua, mereka tuh the best natural couple. Ga dibuat - buat. Ga lebay. Gua suka ngewatch yang berkesan kayak mereka ini. Romantis sih ga penting.  Garagara itu, gua bener - bener niat banget liat mereka jadian in real life. Sialan. Gua juga jadi suka CNBLUE. Soalnya lagu - lagunya ga lebay, ada rapnya, beatnya asik. Gapenting sih ya korea apa engga. Gua pribadi bukan K-popers. Yang pasti kalo gua suka musiknya ya gua mungkin nge adore band / penyanyinya. huahaha

HAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA. KANGEN BANGET YA 3CS. Kapan lagi sih ngumpul rame - rame. Kayaknya semua udah agak beda sekarang. Entah itu gara - gara gua atau semua orang juga berubah. Eh gua mau ngeshare foto dimaz & ling. Mereka yang paling gua hargai juga. Mereka benerbener penolong gua kalo gua dapet masalah yang berat. Yang lain juga sih. Yang pasti yang bakal gua post disini ya muka mereka.HAHA since it's a secret blog, no one except who knows my link who can seeing this.

Ini Ling~ : 

Ini Mercy~ : (yang ini gaada obat mukanya. Parah lagi candid dan gaada lagi-_-)

Jumat, 12 Juli 2013

Divinus

Yak apa kabar readers? ._. Sehat kan? Ga kenapa kenapa kan? Ga celaka kan? Ga galau kan? *lebay*
Emm yaaa disini gua mau membahas tentang kelas gua yang sekarang. Yang hampir berakhir menjelang gua kenaikan kelas ini. Namanya divinus, kelas X-1. Wali kelasnya bu Erna. Kenapa namanya divinus? Karena divinus tuh artinya excellent. Excellent  adalah kata-kata yang sering bu erna katakan kalo ke semua murid X-1nya dalam keadaan apapun. Ancur kek, kacau, membanggakan, atau malah biasa aja.. Bu Erna itu guru yang paling cocok jadi orang tua. Ngedukung muridnya dalam keadaan apapun. Sayangnya setelah jadi wali kelas X-1, dia pensiun :( Jadi ini yang terakhir.Panjang bukan sejarahnya knp namanya divinus? Yeaks. Btw kelas ini full banget semua suka Sheila on 7.wakakakakak jadii ya kalo dikelas lagunya Sheila on 7 muluu. Yang paling sering dinyanyiin itu, seberapa pantas sama pemuja rahasia~ Ini salah satu foto kelas kita.
 
Ulang Tahun Bu Erna:)
Sama chairmate guaaa. Naufal. Cina gila. Siapa sih yang ga gila duduk ama orang sekocak dia. Sipit abis kan matanya? -_-
With Ninda & Jeje :)
Pas makrab~


Ini waktu si Lele (Fadhil) iseng pake topeng horror. Malah ga horror ya? wkwkwk ah tapi gua ngeuploadnya kagak kebalik. Ngapa jadi kebalik? -_- Ga ngerti cara rotatenya pula-__-




Jadii, kalo mau bilang secara jujur, nih kelas bener-bener kepecah banget ya-.- Tapi setelah forum ya jadi mendingan. Kalo dimata kelas lain, kelas ini termasuk kelas yang nyatu banget.wakaka yaudah alhamdulillah ae dah ye. Tapi pas makrab, ya jadi lebih nyatu lagi semuanya. Gaada yang musuhan lagi.wkwk Freak abis anak sma selek2an kayak di sinetron putih abu-abu. Hoamz banget. Udah ah segitu ajaa~
 

Rabu, 22 Mei 2013

28th March 2013!


Tebak siapa yang ultah tanggal segitu? Yaaaa. Manusia bala banget, bawelnya ga ada obat dan mukanya yang flat itu mancing digampar (yang ini boong deng) . Maul.:) Berhubung menurut gua foto ini yang sangat sangat unyu, maka gua pengen ngepost mukanya yang iniii karena mukanya banyak gaya banget. Oke. Jadi gini, dia pacar gua. Jujur sejujurnya, di hari sebelum ultahnya gua sama nadya udah kayak setrikaan yang bolak balik di tempat dan bingung mau beliin hadiah apa. Tadinya sih mau berangkat ber3 gitu sama tedy.. Eh dia kagak diizinin-_- wakakaka yasudah relain aja deh naik angkot ber2. Keputusan terakhir tuh beli kueeee.  Nadya sukses basa basi nanyain kue apa yang kira-kira enak menurut dia, dan jawabannya coklat. So kita beli coklat;) Emm terus tuh yaa, di hari H-nya sahabat-sahabat gua berniat nyeplokin dia. Yang nyaranin ini, cupes. OP warnet gahol abis yang emang kelakuannya bikin gua nggak ngerti lagi sama dia. Btw, di hari ultahnya ini, kita baru selesai UTS. Jadi kita girangnya berlebihan.

Yap sementara tedy sama cupes tuh debat harga telor dan tepung yang bikin gua bingung mesti komen apa, kita juga geregetan banget nungguin dimaz yang ceritanya ga bisa datang. Kita sampe nelfon mas barca dan melas-melas supaya dia datang. Ternyata dimaz emang belum jamnya pulang sekolah toh.-_-. Tapi sekitar 10 menitan, dia tiba-tiba datang pas kita mau beli telor dan tepung ke warung. CAN YOU IMAGINE? Dimaz ikutan ke warung!!! Wuahahaha. Dia pula yang bawa plastik telornya. Udah kayak ibu-ibu belanja gituuu. Nah kita-kita tinggal tunggu maul datang dan nyusun plan. Tau ga? DIA DATANGNYA LAMA BANGET. Sedangkan kita udah keluar masukin kue dari kulkas, kiki nunda kuliahnya gara-gara mau dapet kue, dan gani yang gatau mesti ngapain nempelin angka 1 diatas kuenya. Entah itu lilin angka bekas ultah siapa.wakakakak bener-bener abstrak. Pas ultahnya yaudah kita kasih kue, yang pada ngomel udah laper kue akhirnya dapet juga. Tentu aja dengan muka polos malu-malu kucing. Padahal sebelum kue dipotong, muka ngiler udah pada nampang semua di muka anak-anak warnet tersebut-_-

Terakhir, pas dia mau pulang. Kan ceritanya gua minta dia nemenin gua jajan minuman di luar, terus ceritanya sih seharusnya diceplokin diluar biar warnet bersih. Itu cupes lho yang bilang. Katanya siap-siap kantongin telor di saku.wuakaka dan tau apa yang terjadi? Cupes nyeplokin tepat di tempat duduk yang ada di lantai atas. Gua cuma bengong knp plannya ganti mendadak. Akhirnya yaudah, terlanjur kayak gitu, kita tepungin deh sama ceplokin telor! Hasilnya, lantai udah ga keruan kayak apaan. Dan kita inisiatif ngepel gituuu. Sementara yang ultah mandi, kita mati-matian bersihin. Surprisingly, dimaz mau ngepel. Dan dia bilang “Ini pertama kalinya gua ngepel dalam hidup gua.”. Gila kan?! Unforgettable banget! Seharusnya sih kita foto-foto pas itu. Tapi ga ada yang inget-.- Yang paling pengen gua foto tuh nadya yang nyapu, dan dimaz lagi ngepel. Buat kenang-kenangan tuh. Oh iya Christo dateng mendadak dan bengong banget liat lantai udah gajelas warnanya. Dia ngedumel dan masuk ke warnet. At least sih kalo kita bersihin, dia ga protes:D hikhikhikhik. Udah deh selesai. Capek ceritanya. Nih satu lagi muka dia yang gayanya selangit:p Muka dia yang kelas 8 tuh lucu aja, soalnya pake kacamata item. Persis kayak kakek-kakek pijat tuna netra.