YOO READERS! Minal Aidzin wal Faidzin yah, mohon maaf lahir dan batin!
Kalo kalo gue agak banyak dosanya sama kalian, gue minta maaf once again. Nobody's perfect, and so do i. Bicara soal lebaran nih, gue sangat amat bersyukur sama Allah karena gue masih bisa ngerayain hari besarNya di tahun ini. Agak religius? RIGHT, gapapa masih suasana lebaran.
By the way, tulisan pembuka gue riang banget yah kesannya, tapi kok judulnya enggak? Jangan salah sangka dulu guys. Gue nulis judul ini bukan untuk ngegalau, tapi untuk nyampein pesan yang gue rasa gue lupa terus buat sampein selama dari diawalinya tahun 2016 ini. Buat lo yang merasa gue jauhin, atau bahkan gue block (yang sebenernya pada dasarnya ga gue benci, cuman gue rasa gaada pointnya juga kalo gue buka blockannya), gue minta maaf without explaination gue ngeblock kalian. Gaakan juga sih kalian baca ini but yeah, sure, you do have thoughts flying around your brain and i hope you don't think too far 'bout me.
Err hal pertama yang akan gue tekenin disini adalah, ngejauhin bukan buat mutus silaturahmi, bukan juga didasarin benci, ataupun dendam. Disini gue lebih meyakinkan diri gue untuk lebih protektif terhadap diri gue sendiri. Gue ngerasa kadang ada baiknya mata gue buta, telinga gue tuli, mulut gue bisu, dan tangan gue kaku terhadap halhal yang gue tau ga ngasih efek baik buat gue ataupun hidup gue. Misalnya, gue harus liat hal - hal buruk yang bahkan ganiat gue permasalahkan. Sob, kadang ada saatnya lo mesti mosisiin diri lo sendiri buat hal yang lo pikir lebih worth it. Misal antara si A dan si B. Andai itu duaduanya adalah temen lo dan mereka punya masalah yang salah satunya gamau selesein, apa yang lo lakukan? Andai itu gue, gue tetep stay sama duaduanya, ngejaga hubungan baik yang ada. Tapi gue cuma ada when they asked me so. Artinya gue ga ingin ada sifat iri bakal dibangun dari salah satu pihak. And for example, if you choose to socializing with A and his/her circumtance, you should've stayed there. Protecting what you've choosed and believe yourself that 'hey, B will be alright. As long as i know B is living his/her life with enthusiastic.' There won't be hate when you live your life straightly. Tapi gimana andai lo masuk dalam lingkungan si A dimana si A ini lingkungannya udah menanamkan kebencian ke B? Andai lo ga benci, bukannya lo seharusnya diem dan tanemin dari hati lo apa yang lo percaya? Bukan dengan plinplan ngontak B, nanya kabar, ngajak ketemu, tanpa bicarain masalah apapun ke si B ini. Jika gue salah satu dari pihak A, gue mungkin gaakan buka permasalahannya, tp kalo B menanyakannya, ya gue harus nekenin bahwa keadaan si A gimana kirakira ke si B. Lo udah tau A gimana bencinya, berarti lo harus hargain si B untuk gadeketdeket sama lo. Why? Because you are one of them. Lo adalah bagian dari A. Tujuan mundur? Bukan berarti milih A si B bakal gasuka atau gimana, tapi lebih baik seperlunya aja bicara, atau malah mungkin yang penting tau kabarnya dibanding bikin lo diposisi ga netral tapi kayak mau netral. Hal yang kayak gini ga mebantu apa-apa kehubungannya A sm si B ini jadi for better sake, yaa, you shouldn't try hard to contact B. But itu cuma contoh ya, dimana yang gue tekenin itu adalah merupakan pilihan yang ga ngerugiin siapasiapa. Dan ga ngerusak hubungan siapapun. So, once again, for the one who i blocked, sorry. :) You choose your path, God will always give you a better life.
Sooo, be happy guys and Waroo will give you her greetings! See ya next time!