15 Juli 2022.
Hujan pertama yang dirasakan di rumah tahun 2022.
Adem, ngusir lelah yang gue rasain karena terus ngesprint sama hidup gue. Too rush, too productive. Apa yang gue kejar? Apa yang gue cari? Dari semua langkah cepat yang gue lakuin sampe juli ini, gue mengalami banyak hal yang terasa singkat. Kenapa ini Juli? Apa menjadi orang dewasa bikin kita ngerasa waktu cepat berlalu? Malam ini jadi besok, besok jadi lusa, lusa jadi minggu depan, minggu depan jadi....2023. Hari ini gaada penyesalan, besok masih tanda tanya. Semua hal pengen diselesaikan, seolah-olah we're running out of time.
Ngapain gue selama 7 bulan ini? Lagi-lagi gue lupa sama detail kecilnya. Seolah ingatan gue sebatas umur laron. Muncul pas hujan di malam hari, dan menghilang meninggalkan sayapnya saja di pagi hari. Terlalu banyak. Engga ada sedih yang menggunung di tahun ini, gue mulai beradaptasi dengan dunia dewasa. Hidup mencari makna, sembari dihantui kenangan kebebasan masa muda. Bau angin malam Jakarta, botol yang dituang langsung straight ke tenggorokan, lampu kelap-kelip, tawa dan tangis dalam satu momen yang sama, melempar dart sembari gundah gapunya kegiatan, energi yang ga habis-habis setiap loncat bersama-sama. Itu bukan definisi kebahagiaan, itu definisi kebersamaan. Hal itu yang membuat gue tersenyum kalo hujan turun. Semua bahagia dan sakit nyatu jadi buku yang indah. Bukan mereka yang bikin gue sakit, proses pendewasaan gue lah yang membuat gue sakit. Ketika semua diawali dari "garis start" yang sama, tapi sekarang jalurnya mulai bercabang untuk semua orang. Ini ga cuma dialami oleh gue. Ini dialami oleh orang-orang yang sangat gue sayangi. Oh...mungkin ini alasannya gue gamau mereka berhenti dijalan. Inilah alasannya gue ada. Luntang-lantung semau gue selama ada kata "ayo". Gue takut kehabisan waktu. Bukan waktu gue, tapi waktu mereka. Gue menyaksikannya sendiri, luka-luka kecil karena harus terpaksa dewasa. Ditinggal teman untuk selamanya, ditinggal ibu untuk selamanya, hubungan yang mulai kandas karena tak ada perubahan, perjalanan karir yang gatau mau dibawa kemana, siklus hidup fana yang gaada habisnya, pemikiran yang bertanya satu sama lain "apa yang sedang dia hadapi kali ini?". Gue berpikir keras.
Sulit dan lelah melanda, sembari membesarnya rasa takut kehilangan. Kenapa ini Juli? Terlalu cepat setengah tahun berlalu. Hujan yang panjang ini menyadarkan gue:
Kenapa ini Juli?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar